Perbedaan Mikroskop Cahaya Stereo dan Elektron Serta Cara Pemakaian

Karoteknisi.com – Untuk mengetahui perbedaan mikroskop secara umum ada baiknya kita cari dulu pengertiannya. Mikroskop berasal dari kata micro yang berarti kecil dan scope yang berarti lapang pandang atau melihat. Mikroskop merupakan alat yang dipergunakan untuk mengamati obyek yang ukurannya kurang dari 0,1 mm. Dalam praktikum penggunaan mikroskop, kalian dapat mempelajari tata cara penggunaan dan pemeliharaan mikroskop dengan baik.

Dan untuk mengetahui dimana perbedaan signifikan antara Mikroskop Cahaya Stereo dan Elektron berikut,

Perbedaan Mendasar Mikroskop Cahaya Stereo dan Elektron

Mikroskop Cahaya

Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Mikroskop jenis ini memiliki tiga lensa, yaitu lensa objektif, lensa okuler, dan kondensor. Lensa objektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop. Lensa okuler pada mikroskop ada yang berlensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Lensa kondensor berperan untuk menerangi objek dan lensa-lensa mikroskop lain. Dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal.

Mikroskop Stereo

Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bias digunakan untuk benda yang relatif besar dengan perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat terlihat secara tiga dimensi. Komponen pada mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya. Perbedaannya pada ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya sehingga kia dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati.

Mikroskop elektron

Mikroskop elektron (Transmission Electron Microscope, TEM) adalah sebuah mikroskop elektron yang cara kerjanya mirip dengan cara kerja proyektor slide, di mana elektron ditembuskan ke dalam obyek pengamatan dan pengamat mengamati hasil tembusannya pada layar. Dalam dunia riset, TEM merupakan salah satu mikroskop yang penting karena menyediakan resolusi yang lebih tinggi dibandingkan SEM (Sanning Electron Microscope) dan dapat memudahkan analisis ukuran atom dalam jangkauan nanometer maupun amstrong.

Teknik ini sangat mendukung kemajuan penelitian di bidang nanoteknologi yang diyakini sebagai sebuah teknologi yang akan melahirkan revolusi industri baru di abad 21. Di masa depan, industri yang tidak menerapkan nanoteknologi tidak akan mampu ikut pada persaingan global. Nanoteknologi telah mampu berkontribusi secara nyata dalam bidang penerapan yang sangat luas, meliputi bidang elektronika, kesehatan, lingkungan, pangan, transportasi, energi, konstruksi, tekstil dan lain-lain. Oleh karena itu, berbagai Negara di dunia, terutama Negara-negara maju, berusaha keras melakukan berbagai strategi penguasaan dan pengembangan nanoteknologi.

CARA PEMAKAIAN MIKROSKOP

Tahap Melihat Spesimen

Untuk mengamati suatu specimen/preparat harus dimulai dari perbesaran terkecil hinga perbesaran terbesar. Langkah-langkah mengamati suatu berikut :
Untuk perbesaran lemah dan sedang.
1. Nyalakan lampu mikroskop
2. Putar revolver hingga lensa obyektif yang diinginkan terletak seporos dengan lensa okuler
3. Buka diafragma dari kondensor hingga terbuka sampai maksimal
4. Turunkan tubus dengan pengatur kasar sampai tubus berhenti
5. Letakkan preparat pada meja benda dan jepit preparat dengan kedua penjepit yang terdapat pada meja benda.
6. Atur diameter dari diafragma sehingga didapatkan inte sitas cahaya yang sesuai
7. Naikkan tubus menggunakan pengatur kasar dengan perlahan-lahan sehingga diperoleh bayangan obyek dengan jelas.
8. Gerakkan pengatur halus dengan hati-hati untuk mendapatkan bayangan obyek yang paling jelas
9. Ganti lensa obyektif dengan perbesaran yang lebih struktur dari preparat yang lebih detail.
10. Dokumentasikan struktur yang dilihat Untuk perbesaran kuat
1. Lakukan langkah seperti diatas (langkah 1 sampai 9)
2. Ganti lensa obyektif dengan perbesaran 100 kali tinggi untuk memperoleh bayangan
3. Tetesi gelas benda pada bagian yang akan diamati dengan minyak immerse
4. Turunkan tibus hati-hati sampai hamper menyentuh gelas benda, sehingga antara lensa obyektif dan gelas benda tertutup minyak immerse (lihat dari samping)
5. Naikkan tubus dengan hati-hati dengan menggunakan pengatur kasar sampai didapatkan bayangan yang jelas
6. Dokumentasikan struktur yang dilihat.

Tahap Membereskan Mikroskop setelah digunakan

1. Letakkan lensa obyektif dengan perbesaran terkecil seporos dengan lensa okuler
2. Turunkan tubus sampai terhenti
3. Bersihkan minyak emmersi dari lensa dengan menggunakan tissue lensa yang telah ditetesi dengan xylol
4. Lepaskan preparat dan bersihkan minyak emmersi yang menempel pada preparat dengan tissue
5. Matikan lampu
6. Unplug dan letakkan mikroskop pada lemari penyimpanan.

Demikian pembahasan dari Perbedaan Mikroskop Cahaya Stereo dan Elektron semoga bermanfaat buat kalian yang sedang mencari informasi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *